Senin, 14 September 2009

Satu-satunya...

Semua ini berawal dari keisengannku yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru serta rasa penasaran yang yang menderu-deru akan segala sesuatu yang baru...hhwehehe..Waktu itu aku masih duduk di bangku SMA kelas 2 disalah satu SMA favorit di kota kelahiranku.. entah karena apa aku jadi ingin mencobanya...mungkin karena aku jenuh dengan segala ekstrakulikuler yang itu-itu saja...mulai dari olahraga, kesenian dan ilmiah pun sudah pernah ku coba...dan kali ini...aku ingin mencobanya juga,.yah..mungkin akan menjadi salah satu hal terindah untuk perempuan seperti aku yang "anak rumahan" dengan ortu yang kadang-kadang overprotective...
Aku ikut ekstrakulikuter PA (pecinta alam), dengan pengetahuan minimnya orang tuaku mendiskripsikan kegiatan itu sebagai kegiatan cowok banget...ngga pantes perempuan ikut-ikutan kaya begituan, ...hufh..dalam hati aku mengumpat...apa yang salah sih dengan kegiatan itu...menurutku menyenangkan kok.
Dan akhirnya aku mengikutinya..meski awalnya tidak mudah meyakinkan ortu bahwa aku akan baik-baik saja..satu dua kali pertemuan menyenangkan..mengenal teman-teman baru yang menyenangkan pula...pertemuan selanjutnya anak-anak berkumpul di salah satu univesitas di kota kelahiranku pula untuk mengikuti pelatihan wall climbing...dalam hati aku berfikir..huye..akhirnya aku melakukannya juga...hihiihih.
Sekali...dua kali..tiga kali..dan...jadi ketagihan... pertemuan selanjutnya kita malah sering berkumpul disana. tak banyak yang aku kenal, hanya beberapa. setiap pertemuan selalu ada anggota baru..jagi binun klo suruh inget satu-satu...hihiihih. Sampai suatu waktu ada acara muncak ke Gunung Ungaran...hwaa I'm waiting for this one.. Akhirnya aku melakukannya. Walaupun diijinkan dengan syarat saudara laki-laki harus ikut juga..tak apalah yang penting aku ikut....mungkin jadi satu-satunya dalam hidupku. Toh saudaraku tidak akan membuat rencanaku berantakan dan niatan ortu kalo dia akan menjagaku..huhuuhu gampanglah, dia masih muda, pastinya juga nyambung sama anak-anak lainnya..bisa diatur, pikirku.
Hari itu rombongan berangkat sore hari, sampai disana sekitar pukul 20.00 WIB. hufh...sudah malam...setelah beristirahat sejenak dan sholat di mushola terdekat..rombongan mulai pendakian..tak terasa sudah 4 jam perjalanan, rombongan sampai di sebuah perkebunan mawar..sayangnya malam hari...tidak terlalu jelas, namun harum mawar membuatku nyaman dan beristirahat sebentar ditempat itu.. Pendakian dilanjutkan karena harus segera sampai puncak sebelum pagi...katanya sun rise disana sangat indah...sayang untuk dilewatkan..dan, kita melanjutkan pendakian, dinginya air sungai,nyanyian binatang malam di hutan pinus, disini semakin menyulutkan semangat ku untuk segera sampai. Pukul 02.00 WIB rombongan sampai di sebuah perkebunan teh...hmm..kali ini aku bisa mencium segarnya daun teh di malam hari. Akhirnya sang kepala suku memutuskan untuk singgah di kebun teh tersebut, sebuah tenda dan perapian yang cukup menghangatkan badan yang sudah kedinginan sejak tadi. Aku bukan perempuan satu-satunya di rombongan itu, jadi kupikir,... amanlah. .apa lagi melihat gelagat saudaraku yang dari awal melaksanakan tugasnya dengan baik..sebentar-sebentar melihat ku dan menanyakan keadaanku...hufh...everything will be fine brother,,don't u worried. ...rasanya baru kemarin aku bergabung dalam komunitas seperti ini, para anak-anak PA, tapi tak ada kecanggungan yang aku rasakan...mereka sangat-sangat welcome dan kesolidaritasannya yang kadang-kadang membuatku kagum. Setelah mengisi perut dengan semangkuk mie instan yang dibuatkan oleh para lelaki rombongan melanjutkan perjalanan. Sang kepala suku mencoba mencari jalan, memangkas tumbuhan liar yang menghalangi jalan kami...sekitar 6 jam perjalanan....hufh,,.,sampai juga ditempat tujuan..alhamdulillah kali ini ngga terlambat, malah lebih awal, setelah menunggu sekitar 1 jam, semburat cahaya keemasan sudak mulai terlihat di ufuk timur,,pertanda sang surya bersiap menggantikan bulan dan menghangatkan bumi. ....


Yuhuui....senangnya..rasanya semua penat hilang begitu saja,s embari menikmati sun rise di puncak gunung ungaran..meski dingin yang merasuk sampai ke tulang...tapi tak apalah...tak sebanding dengan keindahan yang aku dapatkan saat itu... jam arlojiku menunjukkan pulkul 08.00 WIB, akhirnya kami sepakat untuk segera turun, sebelum hari terlalu siang...berbekal seuntai Bunga Edelweis , aku ikut turun,,,tujuan terakhir kali ini ke Candi Gedung Songo, perjalanan pulang ternyata lebih berat dari pendakian semalam. Jalanan yang licin, akibat gerimis semalam, lelah yang mulai terasa dan pakaian yang berhiaskan lumpur,..hufh...ingin segera sampai dan membersihkan diri, setelah 6 jam perjalanan akhirnya sampai juga...ternyata disini ramai banget..banyak orang menawarkan makanan..lumayan untuk sarapan, pikirku. Setelah beristirahat dan membersihkan diri, aku dan saudaraku menuju ke candi satu per satu..Melihat benda-benda bersejarah merupakan salah satu hal yang aku sukai, syukur-syukur bisa tahu sejarahnya..hwehehheh. Dirasa cukup memanjakan mata dengan keindahan sekitar dan perut yang sudah terisi makanan...rombongan bersiap pulang. Hari itu tak akan pernah terlupakan..karna Tuhan memberiku kesempatan untuk merasakannya...dan Orang tuaku yang berbesar hati mengijinkanku..aku tahu mereka tidak begitu iklas mengijinkanku...ehheheeh..
Buat saudaraku, thanks a lot ,,,atas kesediaanya menemaniku, meski essensialnya hanya untuk mendapatkan kartu bebas jalan dari ortu..hehehehe, Mas Rauf yang sudah lama ga ada kabarnya...terima kasih atas bantuannya selama ini..Umi, Mbk Nor, Mas Jalil, Mbak Ida, Mas Agus..pokoknya semua lah...luping klo mesti inget satu-satu.... terima kasih untuk pengalaman yang tak terlupakannya...Thank's God....!!!

2 komentar:

Kabasaran Soultan mengatakan...

Selamat lebaran
Ingat yang ini ya !

Hari lebaran,
makanan luberan,
kesehatan leburan,
dokter liburan ....
Makanya !
Dijaga makannya ...
biar sehat selalu ...

anyaajach mengatakan...

terima kasih....selamat lebaran juga yaa....