
Semua orang ingin di "anggap" WARAS ?
Yuhui..hari ini pada liat oprah ga ? Ada something yg menarik di episode kali ini. Ceritanya tentang seorang istri (yang awalnya cow trus operasi kelamin ) dan seorang suami ( dulunya cew yg operasi ganti keamin juga ). Nah, si suami ini ternyata sedang hamil. Yeah.. pregnant gtu loch… Meskipun ga aneh juga sih, klo di operasi biasanya kan cuma luarnya aja. Dia tetep masih punya indung telur, saluran tuba bahkan rahim ( lain cerita klo ovarium dan sodara2nya diangkat juga ). Terapi yg di lakukan selama bertahun2 adalah mengkonsumsi testosteron. Seperti yg qt tahu testosterone adalah sejenis hormone pria yang berperan dalan pertumbuhan alat kelamin sekunder. Hm… salut juga sama mereka. Kebayang ga betapa beratnya hidup di masyarakat dengan kondisi yg seperti itu. Good luck bwt BABY nya..!
Eniwei, Dunia uda makin tuwir aja ni. Banyak bgtz hal2 yg dulu masih dianggap “WARAS” sekarang justru dibilang JADUL, KUNO dan WAGU. Menurut buku keramat alias PRIMBON yg pernah q baca ( eyang putri q dulu pernah bilang klo anak kecil ga boleh baca buku primbon, kira2 pada tau ga knp ? makanya sampe sekarang buku primbon dan sejenisnya masih terkesan aneh buat q..hihihhi ) waras itu artinya sehat, tidak gila, ga kekurangan. Menurut pendapat orang2 yg punya pendapat “WARAS” itu sama dengan ga sakit, normal dan ga melanggar kebiasaan yang ada dan berlaku dimasyarakat. OK ! Q simpulkan WARAS is NORMAL. Persepsi keNORMALan jaman dulu beda baget dgn jaman sekarang ( yang katanya modern lah, millenium lah, edan lah, ato apa lah sak karepmu… ). Sekarng kebanyakan dari qt jutru merasa normal ketika mabuk di tengah pesta, normal jika hamil sebelum menikah, merasa normal jika telanjang, merasa normal meskipun telah berpangkat tersangka kasus pembunuhan bahkan korupsi sekalipun, dan merasa normal jika q, km, mereka senantiasa menertawakan orang2 yang hidup di RS jiwa dengan pedikat “GILA” . Padahal apa qt bisa jamin bahwa qt lebih “normal” dari mereka ??. Apa qt pantas disebut NORMAL ?. Toh sejatinya qt sendiri tak pernah tahu hakikat “kenormalan” dan ‘ketidaknormalan’ itu. Lalu siapa yg lebih pantas disebut “normal” ?.kamu, q, mereka, atau….entahlah…..
BTW, kemaren q sempet ikut acara HUT yayasan sekalian natal gitu deh. Yah.. q sih bukan mau nyeritain acara itu dari A_Z. Cuma ada satu hal yg membuat q berfikir. Kalian pada bayangin ga, setiap hari minggu pagi orang nasrani sudah terlihat rapi dengan bangganya pergi ke gereja ?. Ketika mereka dengan begitu semangatnya menyanyikan lagu2 pujian ?. Lalu qt kembali pada keyakinan qt masing2 sebagai seorang muslim. Apa qt sudah merasa bangga jika menyempatkan sedikit waktu untuk shalat sejenak ? apakah qt sudah bangga apabila sesekali mengikuti pengajian atau acara lain yg bernuansa islami ? . Kebanyakan dari qt (termasuk q ) justru merasa enggan untuk melakukannya. Yah …tanpa qt sadari kadang-kadang qt memang seperti itu . Meskipun keyakinan dan kesetiaan qt pada Allah SWT bukan diukur dari seberapa sering qt pergi ke masjid ataupun seberapa sering qt menghadiri pengajian atau sejenisnya. Hanya saja qt terlalu sedikit untuk melakukannya. Q BILANG KADANG-KADANG !!. Seandainya qt tahu apa yg qt mliki sekarang ( keluarga, teman, sahabat2 terbaik, sekolah ataupun kuliah yg sdg qt jalani ) adalah apa yang Tuhan percayakan untuk qt. Lalu, apa qt masih tetap saja menyia-nyiakan apa yg Tuhan percayakan pada qt ?. Qt mengingat_Nya hanya di saat susah ( lagi2 q bilang kadang-kadang ). Q yakin qt juga tahu dimana Tuhan saat qt menangis atau saat bersorak riang sekalipun. Tuhan tak pernah meninggalkan qt sendirian. Hanya saja qt terkadang tanpa sengaja menjauhkan diri dari_Nya. Yah..kadang-kadang…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar